Film terbaru Reza Arap berjudul Harusnya Horor merupakan debutnya sebagai sutradara untuk film layar lebar. Proyek ini digarap oleh Ess Jay Pictures, yang menjadi unit produksi dari rumah produksi Ess Jay Studios. Reza Arap tidak hanya duduk di kursi sutradara, tapi juga memegang posisi sebagai penulis naskah serta pemeran utama. Dalam film ini, ia mengajak serta banyak anggota AAACLAN dan geng Marapthon sebagai pemeran, bersama pemeran undangan seperti Lula Lahfah, Ronny P. Tjandra, dan Malka.
Cerita Harusnya Horor menggabungkan unsur horor dan komedi: kisah tentang hantu yang tidak menakutkan bekerja sama dengan sekelompok konten kreator horor yang sedang kesulitan keuangan. Mereka berusaha membuat hantu itu tampak menyeramkan demi memenuhi keinginan terakhirnya. Tapi, sepanjang jalan, plotnya juga membawa tema tentang persahabatan, cinta, dan pemahaman hidup.
Film ini mulai proses syuting pada Agustus 2025 dan dijadwalkan tayang pada tahun 2026.
Harapan Reza Arap Terhadap Member AAACLAN
Berdasarkan berbagai wawancara dan pernyataan publik yang telah dibuat, berikut adalah harapan-harapan spesifik Reza Arap bagi para member AAACLAN dalam keterlibatan mereka di Harusnya Horor:
-
Punya Kesungguhan dan Profesionalisme
Reza tidak hanya ingin anggota AAACLAN tampil sebagai “teman yang muncul di video”, melainkan sebagai pemeran serius dalam film. Ia berharap agar mereka memahami tanggung jawab sebagai bagian dari kru film: memahami karakter, menjaga kualitas akting, kedisiplinan waktu, dan siap menerima feedback. Karena film adalah medium yang menuntut komitmen tinggi dan kolaborasi antar tim yang profesional.
-
Naturalitas dalam Akting
Salah satu alasan Reza memilih member AAACLAN secara penuh sebagai pemeran (plus satu aktris tambahan) adalah sebab ia menginginkan keaslian dalam reaksi dan interaksi di layar. Ia berharap para member bisa tampil natural, tidak terlalu “artifisial” seolah hanya tampil di depan kamera konten daring, tapi mampu membawa karakter dalam film dengan emosi yang sesuai. Dengan begitu pengalaman menonton akan terasa lebih nyata.
-
Menguatkan Sinergi dan Chemistry Antar Member
Film ini bukan hanya ajang debut Reza sebagai sutradara, tapi juga momen untuk memperkuat ikatan antar member AAACLAN dan Marapthon. Ia berharap selama proses syuting, para member bisa saling mendukung, belajar sama-sama, dan mempertahankan ikatan yang selama ini telah dibangun, termasuk komunikasi yang baik, membantu satu sama lain dalam mengatasi kekurangan, dan menjaga kekompakan tim.
-
Kesediaan Menghadapi Tantangan & Belajar
Karena ini adalah proyek pertama Reza sebagai sutradara penuh, banyak hal teknis dan non-teknis yang masih baru, baik bagi Reza sendiri maupun bagi anggota yang terlibat. Ia berharap mereka bersikap terbuka terhadap proses belajar — baik itu latihan akting, blocking, improvisasi, adaptasi terhadap arahan sutradara, serta menghadapi kelelahan fisik dan mental yang mungkin muncul selama syuting. Bahkan diberitakan bahwa berat badan Reza sempat turun drastis karena stres terkait proyek ini, yang menandakan bahwa beban kreatif cukup besar.
-
Membawa Identitas AAACLAN ke Level Lebih Tinggi
Reza berharap bahwa film ini menjadi pintu masuk agar publik melihat AAACLAN bukan sekadar komunitas konten daring, tapi sebagai kelompok kreator yang bisa membuat karya besar di industri perfilman. Film ini menjadi semacam “surat pernyataan” bahwa anggota komunitas mereka bisa tampil di layar lebar, dalam produksi film yang profesional, dan menarik perhatian bukan hanya penggemar konten daring, tapi juga penikmat film umum.
-
Memberikan Inspirasi dan Dampak Emosional
Di balik unsur horor dan komedi, Reza berharap film ini punya efek yang lebih dalam: mengajak penonton refleksi tentang persahabatan, arti hidup, dan cinta. Ia menginginkan agar para member AAACLAN juga ikut menyampaikan pesan moral tersebut melalui akting mereka — bukan hanya sekadar menghibur, tapi memberikan resonansi emosional. Hal ini akan memperkuat citra bahwa mereka bukan hanya konten kreator biasa.
-
Raungan Kolaborasi Kreatif & Eksperimen
Reza berharap film ini menjadi ruang eksperimen kreatif: bagaimana memasukkan unsur horor unik, penggunaan efek visual/audio, pacing yang menarik, humor yang relevan, serta penyajian yang bisa berbeda dari film horor-komedi pada umumnya. Ia menaruh kepercayaan pada ide-ide anggota AAACLAN dalam menyumbang masukan kreatif dan kolaborasi selama proses produksi.
Tantangan dan Hambatan yang Harus Dihadapi
Agar harapan-harapan di atas bisa tercapai, Reza Arap dan para member AAACLAN harus siap menghadapi beberapa tantangan, di antaranya:
-
Kurangnya pengalaman akting layar lebar bagi sebagian member, yang biasanya terbiasa dengan konten digital atau streaming. Ini bisa membuat proses latihan dan rekaman lebih panjang atau memerlukan pembinaan lebih spesifik.
-
Tekanan waktu dan beban produksi: jadwal syuting mungkin padat; ada banyak aspek teknis seperti lokasi, lighting, tukang suara, editing, CGI/efek horor yang memerlukan koordinasi tinggi.
-
Ekspektasi publik: karena AAACLAN sudah punya komunitas penggemar yang cukup besar, ekspektasi terhadap kualitas filmnya juga tinggi. Bila hasil akhir tidak sesuai harapan, bisa menimbulkan kritik.
-
Konsistensi storytelling dan kualitas: perlu menjaga agar cerita tidak hanya menarik di awal, tetapi konsisten di seluruh film. Transisi antara horor dan komedi, pesan moral, dan karakter harus seimbang.
-
Kesehatan fisik dan mental: bekerja intensif dalam proyek besar bisa menyebabkan kelelahan, stres, terutama ketika mencoba peran baru seperti direktur dan aktor sekaligus. Reza sendiri sempat menyampaikan dampak stres terhadap berat badan.
Kunci Keberhasilan Menurut Reza
Untuk mewujudkan harapan-harapan tersebut, beberapa hal berikut dianggap penting oleh Reza:
-
Latihan & Reading yang Matang
Tahap reading naskah, dialog, blocking, latihan karakter harus dilakukan secara serius agar para member menguasai perannya dengan percaya diri. -
Kolaborasi dengan Penulis & Produser yang Berpengalaman
Dalam proyek ini, Reza bekerja sama dengan penulis seperti Rahabi Mandra dan Syahrun Ramadhan, serta produser dari Ess Jay Pictures. Dukungan mereka memberi kerangka profesional untuk produksi. -
Pemilihan Anggota AAACLAN yang Pas & Kompatibel
Memilih nama-nama dari anggota AAACLAN dan geng Marapthon yang sudah aktif dan dipercaya untuk terlibat. Ini membantu menjaga chemistry dan keaslian di layar. -
Pengaturan Waktu & Schedules yang Realistis
Karena ini proyek ambisius, penting sekali untuk mengatur jadwal syuting, produksi, editing agar tidak terlalu terburu-buru sehingga kualitas bisa lebih dipertahankan. -
Keterlibatan Emosional dan Visi yang Konsisten
Reza berharap bahwa film ini bukan cuma hiburan, tapi sebuah karya yang menunjukkan karakter komunitasnya dan memberikan makna. Jadi seluruh tim harus sejalan dengan visi itu dan mampu menyalurkannya dalam setiap elemen film: akting, visual, musik, narasi.
Film Harusnya Horor adalah sebuah langkah besar dalam karier Reza Arap — bukan hanya karena statusnya yang dikenal lewat platform digital, musik, dan streaming, tetapi karena ini adalah momen di mana ia membawa anggota AAACLAN keluar dari zona konten daring ke panggung bioskop yang lebih besar.
Harapan Reza untuk para member AAACLAN dalam debut film terbarunya meliputi: tampil dengan kesungguhan, menjaga profesionalisme, naturalitas akting, kolaborasi dan chemistry yang kuat, sikap belajar, membawa identitas komunitas ke level lebih tinggi, dampak emosional dalam cerita, dan terbuka terhadap eksperimen kreatif.
Proyek ini menghadirkan tantangan besar — terutama bagi mereka yang belum pernah berada di dunia film profesional — tetapi jika semua unsur berpadu: visi yang jelas, persiapan matang, kerja keras, dan dukungan tim yang solid, Harusnya Horor punya potensi untuk bukan hanya sukses komersial, tetapi juga menjadi karya yang membanggakan bagi AAACLAN dan perfilman Indonesia.